Pendidikan Perdamaian untuk Anak Sekolah di Poso

Diposting oleh Forum Poso Bersatu

Sekelompok anak Poso, Sulawesi Tengah, sedang bermain perang-perangan, pada suatu sore di bulan April 2002. Sebagaimana anak-anak pada umumnya, keceriaan melingkupi permainan itu. Tetapi, permainan yang sedang mereka laku-kan, cukup mendebarkan, dan terasa aneh. Sekitar 100 orang anak membagi diri menjadi dua kelompok. Satu kelompok berperan sebagai orang Muslim, satu kelompok berperan sebagai orang Kristen.

Senjata mainan seperti ketapel,pedang-pedangan dan lainnya, digunakan. Dan, ada bahaya atas digunakannya senjata-senjata mainan itu. Ketapel misalnya, jika ditembakkan, akan menyebabkan mata yang terkena batu bisa menjadi buta.Sedang jika mengenai kulit, akan menyebabkan lebam atau bengkak. Sesekali polisi yang sedang bertugas, dan tergerak hatinya, membubarkan permainan perang-perangan ala Muslim-Kristen itu.Tapi, esoknya, permainan akan berlangsung kembali.Para aktifis perdamaian diPoso, sudah sejak lama merisaukan permainan perang-perangan itu.

Berhari-hari mereka menyaksikan fenomena itu dan berpikir cara memecahkannya. Menurut Iskandar Lamuka, permainan perang-perangan ini adalah dampak langsung dari konflik berbau agama di Poso. “Jika tidak dianti-sipasi, maka bukannya tak mungkin di kepala anak-anak akan tertanam kesukaan berperang ketika mereka dewasa,” ujar Iskandar Lamuka.Para aktivis lantas bertemu dan membahas soal dampak perang pada anak-anak Poso ini. Muncullah gagasan untuk melakukan pendidikan perdamaian di sekolah.

Guru-guru di sekolah-sekolah itu, adalah para aktor pelaksana pendidikan. Pemda, lewat dinas pendidikan dan pengajaran dilibatkan, baik tingkat propinsi maupun kabupaten. Menurut Iskandar Lamuka, hasil dari uji coba itu amat meng-gembirakan. Sekolah-sekolah yang lain, maupun para guru yang belum mendapatkan kesempatan uji coba pendidikan perdamian, lantas meminta Iskandar dan rekan-rekannya, datang membagi ilmu.

Para guru juga menjadi saksi, bagaimana para siswa yang sudahmendapatkan pendidikan perdamaian, menjadi agen perdamaian, begitu pulang ke rumah. Mereka misalnya, mengingatkan para orang tua agar lebih mementingkan perdamian, dibandingkan menghidup-hidupkan dendam.

Bagaimana dengan kelanjutan program ini di Poso? Menurut Iskandar, kelanjutan program ini terkendala pendanaan. Bagaimanapun, untuk menjadikan program ini sebagai program bisa menjangkau lebih banyak sekolah, dibutuhkan dana. Sementara itu, dukungan Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk program yang amat penting itu, amatkah kurang.

SUMBER: Pela newsletter
Dikliping Oleh Divisi Humas Forum Poso Bersatu
Email: posobersatu@gmail.com
Blog, Video, Lagu, dan Foto: http://posobersatu.multiply.com

1 komentar:

  1. ibu karmila mengatakan...

    Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'